{"id":136,"date":"2009-02-19T14:10:45","date_gmt":"2009-02-19T07:10:45","guid":{"rendered":"http:\/\/rezagunawan.deelestari.com\/?p=136"},"modified":"2023-09-20T06:05:16","modified_gmt":"2023-09-19T23:05:16","slug":"4-hadiah-cinta-sepenuh-hati-bagian-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/?p=136","title":{"rendered":"4 Hadiah Cinta Sepenuh Hati (bagian 3)"},"content":{"rendered":"<p><strong>Siaran BFC 90.4 Cosmopolitan FM \u2013 17 Februari 2009 <\/strong><\/p>\n<p><em><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-168 alignnone\" title=\"pinocchio vintage\" src=\"http:\/\/selfhealingrezagunawan.files.wordpress.com\/2009\/02\/istock_000003517105xsmall1.jpg\" alt=\"- the truth shall set you free -\" width=\"392\" height=\"306\" \/><\/p>\n<p>\u201cThe truth shall set you free\u201d<\/strong> <\/em><\/p>\n<ul>\n<li><strong> <\/strong>Setelah Anda menghayati latihan \u201cmeluangkan waktu sepenuh hati\u201d, dan \u201cmendengarkan saja sepenuh hati\u201d, inilah latihan kesadaran cinta ke-3 yang benar-benar akan menguji kelapangan hati kita untuk mengatasi ketakutan dalam diri sendiri.  Latihan <strong>mengekspresikan diri dengan KEJUJURAN TOTAL<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Sanggupkah kita untuk selalu menyatakan kebenaran, terutama kepada pasangan yang begitu dicintai? Apalagi bila beresiko memunculkan konflik, sakit hati, bahkan perpisahan?<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Perjalanan kita menuju kejujuran selalu menghadapkan kita pada 2 sisi dalam diri.  Sisi pertama, adalah sifat dasar hati yang selalu ingin menyatakan kebenaran dengan sejujur-jujurnya.  Sisi ini tahu bahwa kita hanya bisa lega dan lapang, setelah menyatakan isi benak sejujur-jujurnya.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Sayangnya sisi jujur ini tidak selalu berhasil mendapatkan kesempatan untuk terpenuhi.  Alasannya? Ada sisi kedua dalam diri kita, yang penuh kekuatiran, bahkan ketakutan akan resiko menyatakan kejujuran.  Ego kita menciptakan rasa takut akan konflik, sakit hati, menyinggung perasaan pihak lain, dan kita juga takut akan perpisahan.  Bagaimana kita bisa mengatasi hal ini, sehingga membuka diri sungguh menciptakan kelegaan dan kelapangan dalam hubungan cinta?<\/li>\n<\/ul>\n<p><!--more--><\/p>\n<p><strong>Ukuran Kejujuran Total: Jelas-Jujur-Lengkap<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>JELAS<\/strong>, artinya kita menyatakan isi benak (pikiran maupun perasaan) tidak secara samar-samar, tidak terlalu umum, dan cukup spesifik sehingga mudah dimengerti pasangan.  Contoh kalimat tidak jelas: \u201cKamu koq kurang perhatian sih!\u201d.   Tidak ada penjelasan lebih lanjut.  Si pendengar merasa tersinggung tanpa mengerti apa yang dia lakukan sehingga mendapat predikat \u201ckurang perhatian\u201d.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>JUJUR<\/strong>, artinya tidak membelokkan apalagi membalikkan yang sebenarnya sehingga pasangan bisa memahami komunikasi sesuai dengan makna asli apa adanya.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><strong>LENGKAP<\/strong>, artinya tidak mengurangi komponen isi dari komunikasi, misalnya isi benak kita ABCDE, namun kita hanya sampaikan ABC saja.  Komponen D &amp; E yang tidak disampaikan, barangkali sengaja atau tidak, tersensor dalam komunikasi karena kita kuatir bagian tersebut sulit diterima pasangan, atau bahkan bisa memicu pertikaian.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Mungkin Anda punya pertanyaan dalam hati, mengapa harus JELAS, JUJUR dan LENGKAP?  Bila Anda cukup akrab dengan sistem email, anggaplah saja benak Anda sebagai OUTBOX, dimana semua email yang perlu dikirim, akan singgah dahulu disana.  Jika sudah terkirim keluar semua, maka <strong>OUTBOX (batin Anda) akan lapang, lega dan kosong<\/strong>.  Jika tidak berhasil dikirim semua, maka OUTBOX akan menyisakan tumpukan email \/ komunikasi yang tertunda.  Demikian pula benak Anda, yang akan menjadi berat, penuh dan sulit sekali lega, bila isinya belum tersampaikan secara lengkap dan tuntas.<\/p>\n<p><strong>Mahalnya Kejujuran Total Yang Tertunda <\/strong><\/p>\n<p>Jujur memang tidak selalu mudah, karena seringkali ketidakjujuran menjanjikan manfaat jangka pendek yang lebih menarik ketimbang nekat untuk jujur.  Namun cobalah ingat juga berbagai \u201charga\u201d yang harus kita bayar atas kejujuran total yang tertunda:<\/p>\n<ul>\n<li>Semakin lama kejujuran total tertunda, semakin banyak juga tumpukan beban pikiran, rasa bersalah, serta ketakutan yang menghalangi kita untuk hidup selaras.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Semakin banyak tumpukan beban ini, semakin mungkin pula energi cinta kita yang murni akan tergerogoti, bahkan lama-kelamaan rasa cinta tersebut akan pudar hingga \u201cmati\u201d.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Ketika hubungan cinta sudah berjalan lama, dimana ketertarikan satu sama lain mulai berkurang alami, dan muncul begitu banyak perbedaan sudut pandang, sebenarnya kejujuran adalah pilar terakhir yang mampu menyelamatkan suatu hubungan, dan kejujuran yang tertunda bisa mengakhiri harapan terakhir untuk kelanggengan yang baik.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Berbagai ilmu penyembuhan alamiah, yang sekarang ditegaskan lebih lanjut melalui riset ilmiah, menyadari hubungan antara beban pikiran dan perasaan, dengan tubuh yang bisa mengalami berbagai penyakit fisik karena konflik batin yang tak kunjung tuntas.  Bahkan seorang dokter terkenal dari Jerman pernah berkata, \u201c<em>We are only as sick as our secrets<\/em>\u201d artinya \u201cKita hanya sakit sejauh rahasia yang kita simpan dalam hati.\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Mengapa Sulit Sekali Jujur Total <\/strong><\/p>\n<p><strong>Kesadaran adalah langkah penyembuhan yang pertama dan terutama<\/strong>.  Setelah menuai kesadaran tentang mahalnya kejujuran total yang tertunda, marilah kita sadari mengapa kejujuran total begitu sulit untuk dicapai:<\/p>\n<ul>\n<li>Banyak pengalaman hidup masa lalu, bisa yang belum lama berlalu, hingga masa kecil, yang berbekas \/ traumatis pada batin, dan dalam pengalaman tersebut kita belajar bahwa jujur itu merugikan, menyakitkan, dan lebih aman untuk tidak jujur.  Disinilah ketidakjujuran mulai lahir sebagai strategi untuk selamat dalam berbagai permasalahan hidup.  Untuk itu, sembuhkan trauma Anda agar terbebas dari hambatan ini<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Berbagai tumpukan trauma batin yang belum sembuh tuntas, melahirkan rasa takut akan konflik, rasa sakit hati dan takut perpisahan \/ kehilangan.  Ini semakin memperkuat \u2018radang\u2019 pikiran untuk tidak jujur.  Upayakanlah kesembuhan pada ketakutan Anda, sehingga Anda lebih mudah jujur dan lega.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Kita sering terlalu naif memandang bahwa kehidupan cinta yang ideal dan sehat itu hanya diwarnai oleh pengalaman yang manis dan menyenangkan saja, padahal konflik adalah bagian dari relasi cinta yang sehat.  Akibat kenaifan konsep hidup tersebut, kita semakin takut akan pertikaian, dan ketidakjujuranpun akhirnya sering dipilih agar selamat dari konflik.  Sadari kenaifan konsep Anda, dan bentuklah konsep relasi cinta yang lebih natural dan realistis.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Kita belum tahu bagaimana mengungkapkan diri dengan baik.  Ketrampilan komunikasi yang kurang terasah, bisa menyulitkan kita untuk menyampaikan perasaan hati dan isi pikiran kita dengan jelas.  Untuk itu, pelajarilah teknik komunikasi yang lebih baik, jelas, dan membangun pengertian.  Salah satunya adalah Non-Violent Communication (NVC), yang sudah pernah dibahas sebelumnya.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Kalau kita amati setumpuk rasa takut yang kita pikul dengan detil, kita juga bisa sadari bahwa sebagian besar ketakutan kita tentang apapun, tidak pernah benar-benar terjadi.  Kejujuran belum tentu menghasilkan petaka yang pasti.  Bernapas, sampaikan kejujuran dengan total, dan pasrahkan hasilnya, lebih baik daripada menunda kejujuran jangka panjang.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Mengalami Langsung Keampuhan \u201cEnergi Jujur\u201d <\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Dalam hubungan cinta, saya pribadi meyakini bahwa kelanggengan memang penting, namun <strong>kejujuran total lebih penting daripada awetnya suatu hubungan<\/strong>.  Mengapa? Karena untuk mencapai langgeng ada begitu banyak faktor yang berada di luar kendali kita, sementara kejujuran total, hampir sepenuhnya merupakan pilihan kita sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Berteori, dan berdiskusi panjang lebar, tentang kejujuran total saja, tidak akan pernah cukup.  Anda perlu berdiri di batas kejujuran, dan \u2018siap untuk terjun\u2019 demi mengalami energi jujur secara langsung.  Sering sekali hasilnya akan begitu mencengangkan.  Untuk bisa jujur dengan pasangan cinta Anda, kita perlu mulai dengan kesadaran yang jernih, dan mulai dengan jujur kepada diri sendiri.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Ingat, kejujuran total tidak harus diraih dalam semalam.  Ketika Anda mampu untuk menyumbangkan setetes ekstra kejujuran di setiap kesempatan kepada pasangan cinta Anda, itu sudah lebih dari cukup.  Selalu sadari itu.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siaran BFC 90.4 Cosmopolitan FM \u2013 17 Februari 2009 \u201cThe truth shall set you free\u201d Setelah Anda menghayati latihan \u201cmeluangkan waktu sepenuh hati\u201d, dan \u201cmendengarkan saja sepenuh hati\u201d, inilah latihan kesadaran cinta ke-3 yang benar-benar akan menguji kelapangan hati kita untuk mengatasi ketakutan dalam diri sendiri. Latihan mengekspresikan diri dengan KEJUJURAN TOTAL. Sanggupkah kita untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-136","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bfc-cosmopolitan-fm"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=136"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/136\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1158,"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/136\/revisions\/1158"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}