{"id":33,"date":"2009-01-13T11:54:44","date_gmt":"2009-01-13T04:54:44","guid":{"rendered":"http:\/\/selfhealingrezagunawan.wordpress.com\/?p=33"},"modified":"2023-09-20T06:05:16","modified_gmt":"2023-09-19T23:05:16","slug":"menghadapi-energi-negatif-di-sekitar-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/?p=33","title":{"rendered":"Menghadapi Energi Negatif di Sekitar Kita"},"content":{"rendered":"<p><strong>Siaran BFC <\/strong><strong>90.4 <\/strong><strong>Cosmopolitan FM &#8211; 13 Januari 2009<\/strong><\/p>\n<p><em><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-178\" title=\"istock_000006563845xsmall1\" src=\"http:\/\/selfhealingrezagunawan.files.wordpress.com\/2009\/01\/istock_000006563845xsmall1.jpg\" alt=\"istock_000006563845xsmall1\" width=\"425\" height=\"282\" \/><\/strong><\/em><\/p>\n<p><em><strong>Tentang Energi, Aura dan Negativitas:<\/strong><\/em><\/p>\n<ul>\n<li>Aura adalah medan energi cahaya dan elektromagnetik yang memancar dari semua makhluk hidup.  Frekuensinya tidak selalu sama antar individu, bahkan untuk seorang individu, energi auranya akan berubah-ubah sepanjang hari.  Karena bisa diukur melalui satuan cahaya dan sifat elektromagnetiknya, maka aura seseorang juga bisa dipantau melalui teknologi tertentu (contoh: foto aura)<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Meski tidak semua orang bisa melihat aura tanpa bantuan teknologi, namun seringkali kita merasakan komunikasi secara \u201cenergi\u201d dengan orang-orang di sekitar kita.  Terkadang tanpa merujuk pada ucapan maupun perilaku orang lain, kita sudah punya \u201crasa\u201d bahkan \u201ckesimpulan\u201d tertentu tentang orang lain (yang tentunya belum tentu benar).  Ketika rasa yang kita alami dari vibrasi energi orang lain terasa tidak nyaman, acapkali kita menyebutnya sebagai <strong>ENERGI NEGATIF atau AURA NEGATIF<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Ketika fenomena energi negatif dalam hubungan pribadi, sosial maupun pekerjaan ini mulai terasa, kita sering tidak tahu dan kurang paham bagaimana menghadapinya, karena kita pun sering terimbas olehnya, dan disitulah kita perlu pemahaman dan strategi bagaimana mengatasi imbas negatif dari lingkungan \/ orang lain<\/li>\n<\/ul>\n<p><!--more--><\/p>\n<ul>\n<li>Pekerjaan seorang terapis, selalu diidentikkan dengan profesi yang senantiasa berkutat dengan masalah dan penderitaan orang lain, yang juga akhirnya melibatkan interaksi harian dengan energi negatif.  Prinsip yang digunakan seorang terapis untuk mengatasi imbas energi negatif, juga dapat dimanfaatkan oleh profesi dan peran lain dalam bidang apapun, agar lebih bisa menikmati tugas dan keseharian.<\/li>\n<\/ul>\n<p><em><strong> Strategi 1: Pahami ENERGI NEGATIF sebenarnya TIDAK ADA<\/strong><\/em><\/p>\n<ul>\n<li>Berlawanan dengan pendapat populer, satu hal terpenting yang Reza pahami setelah begitu lama berkutat dengan fenomena ini adalah: sebenarnya \u201caura \/ energi negatif\u201d itu pada esensinya TIDAK ADA.  <strong>Semua energi sebenarnya bersifat netral<\/strong>.  Sama seperti listrik, bila lancar mengakibatkan berbagai peralatan elektronik berfungsi normal, dan bila tidak lancar \/ terlalu lemah \/ terlalu kuat, akan mengganggu fungsi peralatan elektronik.  Namun listriknya tetap netral, dia hanyalah energi saja.  Seperti juga pisau, yang bersifat netral, dan bisa digunakan untuk menyelamatkan nyawa (bedah medis misalnya) dan bisa dipakai untuk merenggut nyawa<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Label NEGATIF yang selama ini kita gunakan pada aura \/ energi orang lain, sebenarnya hanya mewakili rasa yang kita sadari dalam diri, ketika ada <strong>KETIDAKSESUAIAN FREKUENSI<\/strong>.  Ketidaksesuaian sebenarnya bukan selalu berarti buruk.  Label NEGATIF cenderung membuat kita lebih menilai orang lain, tanpa menyadari barangkali ketidaksesuaian frekuensi juga berkait dengan vibrasi KITA SENDIRI.  Lebih jauh lagi, julukan NEGATIF membuat kita lebih menolak\/menjauh\/takut dari orang tersebut, sehingga efeknya justru membuat negativitas yang lebih awet, lengket dan mengganggu.<\/li>\n<\/ul>\n<p><em><strong>Strategi 2: Selaraskan Diri agar Tidak Mudah Terimbas<\/strong><\/em><\/p>\n<ul>\n<li>Terkadang kita terlalu sibuk menjuluki orang lain berenergi negatif atau beraura jelek, sehingga lupa bahwa sebenarnya kita bisa terimbas oleh mereka seringkali karena <strong>KITA SENDIRI BELUM SELARAS<\/strong>, entah karena mood hari tersebut sedang tidak baik, atau segudang pelajaran kehidupan yang masih bersembunyi di bawah sadar yang mengkondisikan kita menjadi gampang &#8216;terpancing&#8217;. Contoh seorang ibu yang seringkali mengkuatirkan anaknya, akan lebih mudah terimbas berita negatif tentang kematian anak orang lain yang tak dikenal.  Ketika kekuatiran terhadap anaknya sendiri bisa lebih diselaraskan dengan kasih sayang alaminya, dia lebih bisa menyikapi berita luar dengan jernih dan tenang.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>2 Kunci Sederhana untuk menyelaraskan diri adalah: (1) <strong>Bernapas<\/strong>, karena dengan itu kita bagaikan menekan tombol <strong>RESET<\/strong> dalam diri, dan melonggarkan segala ketegangan dan stres pikiran, (2) <strong>Menyempatkan waktu untuk merawat dan menyembuhkan diri<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n<p><em><strong>Strategi 3: Lebih Rileks Menghadapi Orang yang &#8220;Dianggap&#8221; Negatif<\/strong><\/em><\/p>\n<ul>\n<li>Biasanya kita cenderung menghindari dan\/atau mengurangi waktu yang kita luangkan bersama mereka yang &#8220;kita anggap&#8221; negatif.  Meskipun ini membantu, namun kita tidak selalu bisa menghindari mereka 100%, sehingga perlu juga upaya lain untuk menghadapi energi mereka<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Yang paling sederhana adalah <strong>belajar mengatakan TIDAK<\/strong>.  Kita terkadang terlalu sungkan menolak tuntutan orang lain, atau terlalu ingin menyenangkan dan memenuhi harapan orang lain, tanpa memelihara kebutuhan diri kita sendiri, dan ketika perasaan kita sudah tidak tahan lagi, maka dengan mudah kita juluki orang lain berenergi negatif, padahal sebenarnya kita yang kurang mampu menakar batas dan kemampuan diri kita<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Selain itu, coba latih lagi prinsip <strong>Komunikasi Tanpa Kekerasan<\/strong>, (Non-Violent Communication), yang sudah kita bahas sebelumnya, karena itu memudahkan kita untuk berempati dan memahami orang di sekitar kita, tanpa harus memicu konflik dengannya, maupun konflik dalam batin kita sendiri.  Untuk informasi lebih detil dengan ini, silakan mampir ke <a title=\"Website Non Violent Communication\" href=\"http:\/\/www.cnvc.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">website Non-Violent Communication<\/a>.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><em>Renungan Akhir:<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Bagaimanapun juga, hal-hal yang TIDAK NYAMAN serta NEGATIF, juga punya manfaatnya tersendiri, karena dia membantu kita untuk bertumbuh, lebih bijaksana, dan lebih mudah menyadari pelajaran hidup tersembunyi dalam diri kita, yang masih perlu dituntaskan.  Hadapilah &#8216;ketidaksesuaian frekuensi&#8217; energi dari sekitar dengan sebaik-baiknya, ingat untuk BERNAPAS dan belajarlah untuk tumbuh dari pengalaman manis maupun pahit.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siaran BFC 90.4 Cosmopolitan FM &#8211; 13 Januari 2009 Tentang Energi, Aura dan Negativitas: Aura adalah medan energi cahaya dan elektromagnetik yang memancar dari semua makhluk hidup. Frekuensinya tidak selalu sama antar individu, bahkan untuk seorang individu, energi auranya akan berubah-ubah sepanjang hari. Karena bisa diukur melalui satuan cahaya dan sifat elektromagnetiknya, maka aura seseorang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-33","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bfc-cosmopolitan-fm"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=33"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1164,"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33\/revisions\/1164"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=33"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=33"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.rezagunawan.deelestari.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=33"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}